HonestNews.id – Hampir semua peristiwa gerakan di Republik ini aktivis Unikarta selalu ada. Jumlahnya tidak banyak secara kuantitas tetapi Ia selalu hadir.
Sepengetahuan saya selama menjadi mahasiwa di Unikarta, kami akan mengupayakan berpartisipasi dalam semua gerakan.
Dulu begitu, senior-senior juga melakukan hal yang sama.
Kami paham betul tugas dan fungsi menjadi Mahasiwa. Bahwa belajar dan mengontrol Pemerintah itu adalah tanggung jawab mahasiswa.
Iya, kita punya DPR sebagai lembaga pengawas Pemerintah, tetapi kita tidak bisa berharap banyak. Mereka hanya peduli saat pendulangan suara dimulai. Kadang-kadang mereka juga berselingkuh di belakang rakyat.
Banyak sandiwaranya, seperti yang dikemukakan oleh seorang Sosiolog ternama Erving Goffman, kurang lebih seperti ini ; “Kehidupan sosial adalah sebuah sandiwara, dimana individu bertindak sebagai aktor yang memainkan peran di panggung, menggunakan kostum dan atribut untuk menciptakan kesan tertentu bagi penonton mereka.”
Artinya, apa yang terjadi di atas panggung belum tentu sama dengan di belakang panggung, bisa berarti buruk ataupun sebaliknya.
Sebagai pemuda yang mengingkan perubahan atas buruknya sistem, tentu kita berharap lebih dengan lembaga-lembaga yang digaji dari pajak rakyat ini.
Mahasiswa Unikarta akan selalu membersamai gerakan seberapun jumlahnya di lapangan. Ntah, itu di Samarinda ataupun di Tenggarong, mereka bernyali.
Mereka lahir dari kelompok-kelompok kecil pembelajar, suka membaca dan berdiskusi. Hari-harinya, mulutnya dibasahi kopi dan kata-kata ilmiah.
Kalau sudah di Kantin Kampus, mereka pandai memainkan kedua tangannya ketika menjelaskan sesuatu. Suaranya bernada, matanya berbicara, bak motivator yang tidak pernah susah hidupnya. Krennn !
Mereka paham betul demonstrasi bukan soal kuantitas massa, tetapi kualitas tuntutannya, menegaskan perannya sebagai agent of change.
Mereka boleh kecil tetapi semangatnya harus besar. Meminjam istilah dari Vincent Van Gogh “Hal-hal besar dilakukan oleh serangkaian hal-hal kecil yang disatukan.”
Karena mereka sadar sekali dengan perkataan Emile Zola. “Jika kamu diam saat keadilan diinjak-injak, maka kamu berdiri dipihak penindas.”
Gerakan mahasiswa Unikarta akan selalu ada, kapan pun itu, selagi mereka masih membaca buku dan berdiskusi di majelis-majelis ilmu.
Hidup Mahasiwa
Hidup Ojol
Hidup Rakyat Indonesia
Penulis : Halimatu



